Sagusablog, dari IGI Untuk Guru Indonesia
Guru dituntut untuk meningkatkan kompetensinya baik itu kompetensi pedagogik, profesional, sosial maupun kepribadian agar bisa mengikuti perkembangan zaman yang selalu berubah dengan cepat seiring pesatnya perekembangan teknologi dan informasi dan hal ini tentunya berimbas pula pada perkembangan dunia pendidikan.
Untuk menjawab tantangan itu lahirla Ikatan Guru Indonesia disingkat IGI, merupakan salah satu organisasi guru yang terbilang masih baru apabila dibandingkan dengan saudara tuanya yaitu PGRI yang dalam perkembangannya sekarang kiprah dari organisasi profesi guru tertua di Indonesia ini kurang begitu dirasakan oleh para guru dalam hal peningkatan mutu guru. Lahirnya IGI laksana oase ditengah padang pasir bagi guru-guru yang haus akan peningkatan mutunya. Alasan dari sebagian besar guru-guru yang ikut bergabung di Ikatan Guru Indonesia ini yaitu karena mereka melihat IGI fokus pada peningkatan mutu guru, ini terlihat dari terbentuknya IGI dimasing-masing daerah kab/kota yang diawali dengan kegiatan-kegiatan peningkatan mutu guru, seperti pelatihan, workshop, atau webinar. IGI memiliki banyak program yang ditawarkan untuk peningkatan mutu guru yang bisa diakses semua guru dan pasti dari setiap kegiatan IGI tidak pernah mengandalkan bantuan dana dari pemerintah. Ini berarti organisasi profesi guru yang satu ini sudah bisa hidup mandiri untuk bisa menghidupi jalannya roda organisasi. Program IGI yang sangat fenomenal saat ini yaitu program SAGUSABLOG atau satu guru satu blog. Pada program ini anggota IGI bisa mengikuti workshop pembuatan blog guru untuk pembelajaran. Program SAGUSABLOG ini telah menghasilkan ribuan guru blogger baru, guru yang melek iptek khususnya internet. Setiap guru yang mengikuti program ini diwajibkan membuat blog untuk pembelajaran dan itu semua dimulai dari nol, jadi intinya guru yang tadinya tidak memahami sama sekali tentang blog setelah mengikuti pelatihan ini jadi mampu membuat blog sendiri, meskipun dalam pelatihannya dilakukan secara online melalui aplikasi sosial media telegram. Setiap guru yang sudah mendaftarkan diri mengikuti pelatihan ini akan dimasukkan kedalam grup telegram, dari situlah materi pelatihan ini bisa didapatkan dan bukan hanya itu saja, semua peserta juga selain bisa mendapatkan materi yang bisa diunduh mereka juga bisa berkonsultasi dengan para mentor yang siap siaga selama 24 jam untuk membimbing dan menjawab semua pertanyaan dari peserta yang mendapatkan kesulitan termasuk blog yang saya buat ini merupakan hasil dari bimbingan para mentor SAGUSABLOG terutama master trainer dari SAGUSABLOG ini Mr. Mung.
Untuk menjawab tantangan itu lahirla Ikatan Guru Indonesia disingkat IGI, merupakan salah satu organisasi guru yang terbilang masih baru apabila dibandingkan dengan saudara tuanya yaitu PGRI yang dalam perkembangannya sekarang kiprah dari organisasi profesi guru tertua di Indonesia ini kurang begitu dirasakan oleh para guru dalam hal peningkatan mutu guru. Lahirnya IGI laksana oase ditengah padang pasir bagi guru-guru yang haus akan peningkatan mutunya. Alasan dari sebagian besar guru-guru yang ikut bergabung di Ikatan Guru Indonesia ini yaitu karena mereka melihat IGI fokus pada peningkatan mutu guru, ini terlihat dari terbentuknya IGI dimasing-masing daerah kab/kota yang diawali dengan kegiatan-kegiatan peningkatan mutu guru, seperti pelatihan, workshop, atau webinar. IGI memiliki banyak program yang ditawarkan untuk peningkatan mutu guru yang bisa diakses semua guru dan pasti dari setiap kegiatan IGI tidak pernah mengandalkan bantuan dana dari pemerintah. Ini berarti organisasi profesi guru yang satu ini sudah bisa hidup mandiri untuk bisa menghidupi jalannya roda organisasi. Program IGI yang sangat fenomenal saat ini yaitu program SAGUSABLOG atau satu guru satu blog. Pada program ini anggota IGI bisa mengikuti workshop pembuatan blog guru untuk pembelajaran. Program SAGUSABLOG ini telah menghasilkan ribuan guru blogger baru, guru yang melek iptek khususnya internet. Setiap guru yang mengikuti program ini diwajibkan membuat blog untuk pembelajaran dan itu semua dimulai dari nol, jadi intinya guru yang tadinya tidak memahami sama sekali tentang blog setelah mengikuti pelatihan ini jadi mampu membuat blog sendiri, meskipun dalam pelatihannya dilakukan secara online melalui aplikasi sosial media telegram. Setiap guru yang sudah mendaftarkan diri mengikuti pelatihan ini akan dimasukkan kedalam grup telegram, dari situlah materi pelatihan ini bisa didapatkan dan bukan hanya itu saja, semua peserta juga selain bisa mendapatkan materi yang bisa diunduh mereka juga bisa berkonsultasi dengan para mentor yang siap siaga selama 24 jam untuk membimbing dan menjawab semua pertanyaan dari peserta yang mendapatkan kesulitan termasuk blog yang saya buat ini merupakan hasil dari bimbingan para mentor SAGUSABLOG terutama master trainer dari SAGUSABLOG ini Mr. Mung.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar